Benarkah DPC HNSI Bangka Dualisme

Caption : Slamet Riyadi, Ridwan, Ratno Daeng Mapiwali ( RDM )

BANGKA. SUNGAILIAT. INTRIK.ID – Mungkin publik bertanya apakah kepengurusan DPC HNSI Bangka Dualisme? Sebuah organisasi mengalami dinamika hal tersebut bagian dari proses demokrasi. Terlepas Dualisme atau tidak hanya para pengurus organisasi tersebut bisa mengatasinya.

Usai kegiatan pembukaan Muscab V DPC HNSI Bangka ,Menyikapi pertanyan publik soal Dualisme DPC HNSI Bangka, Ketua mandataris Ridwan mengatakan dirinya lebih cendrung memikirkan HNSI rumah bagi nelayan dan tempat penyampaian masalah.

“Muscab V DPC HNSI Bangka kami lakukan sesuai mandat yang kami terima, kegiatan ini harus cepat kami laksanakan kenapa? Keadaan ketidak tauan masyarakat nelayan mau menyampaikan pemasalahan nelayan kemana, maka secepatnya kami lakukan muscab ini,” tegasnya.

Sebagai wadah bagi para nelayan, Ridwan menyebutkan ketua defenitif harus cepat terpilih, agar bisa merumuskan program kerja bagi nelayan.

Space Iklan/0853-1197-2121

“Secepatnya juga pemilihan ketua defenitif, baru kita lakukan program kerja. kita dengar tadi saat acara pembukaan muscab , kepala Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Babel sudah menawarkan Program kerja. Mengenai pengerukan alur muara Air Kantung kita upaya secepatnya mensuport keinginan nelayan seperti apa,” ujarnya.

Sementara itu menanggapi polemik Dualisme kepengurusan DPC HNSI Bangka, Ratno Daeng Mapiwali ( RDM ) selaku tokoh HNSI Bangka kepengurusan HNSI diluar Muscab V cacat hukum.

“HNSI sekarang ini yakni 2020 – 2024 kami nilai cacat hukum kenapa kami katakan demikian, karena lima pengurus ranting telah menyatakan mosi tidak percaya dan mereka siap mengikuti muscab V DPC HNSI Bangka di Hotel Manunggal ini,” terangnya.

Lebih lanjut RDM menjelaskan kepengurusan DPD HNSI Provisi Babel belum ada ketua defenitif, yang ada Pelaksana Tugas ( PLT) dan pengurus ranting DPC HNSI Bangka sudah buat pernyatan gabung dengan muscab V HNSI Hotel Manunggal.

Space Iklan/0853-1197-2121

“Kemudian sekarang ketua DPD HNSI Provinsi Babel bukan ketua defenitif tapi Pelaksana Tugas ( PLT) . Mosi tidak pecaya lima pengurus ranting dituangkan dalam bentuk surat petnyataan. Berdasarkan DPP HNSI semua memiliki dokumn AHU dari Kemenkumham. Sebagai tokoh HNSI Bangka saya menilai secara pribadi HNSI Bangka diluar Muscab V ini sudah cacat hukum,” pungkasnya.

Ditanya apakah hasil Muscab V DPC HNSI Bangka Mnunggal akan bergabung dengan HNSI Bamgka periode 2020 – 2024 ? RDM menjawab HNSI sifatnya terbuka.

“Untuk itu kami membuka diri baik kubu HNSI sebelah dan HNSI sekarang kalau mau gabung . Menyikapi Rakercab itu cacat hukum karena tidak qorum, pertama tidak dihadiri pengurus ranting dan tidak dihadiri 50% + 1 pengurus DPC HNSI Bangka. Muscab V DPC HNSI Bangka ini mengikuti Kongres Bogor,” tutupnya.

Mungkin Suka Ini juga:
Zakat Fitrah 2026 di Kabupaten Bangka Rp42 Ribu atau 2,7 Kg Beras

Zakat Fitrah 2026 di Kabupaten Bangka Rp42 Ribu atau 2,7 Kg Beras

Muscab VI HNSI Bangka, Ahim : Kita Bukan Mencari Panggung

Muscab VI HNSI Bangka, Ahim : Kita Bukan Mencari Panggung

Temuan BPK, Pantai Romodong, Matras hingga Tirta Tapta Pemali Ternyata Masih Kawasan Hutan

Temuan BPK, Pantai Romodong, Matras hingga Tirta Tapta Pemali Ternyata Masih Kawasan Hutan

Katanya Tambang Timah Dipemali Telan Tujuh Orang Korban Ilegal, Namum Muncul Slip Pembayaran Berlogo PT Timah?

Katanya Tambang Timah Dipemali Telan Tujuh Orang Korban Ilegal, Namum Muncul Slip Pembayaran Berlogo PT Timah?

Uji Nyali TI Rajuk Alur Muara Air Kantung Masih Beraktivitas , Formanpis : Kami akan Turunkan Nelayan Menertibkannya

Uji Nyali TI Rajuk Alur Muara Air Kantung Masih Beraktivitas , Formanpis : Kami akan Turunkan Nelayan Menertibkannya

Sebelum Mutasi 160 Pegawai, Fery Insani Akui Banyak yang WA

Sebelum Mutasi 160 Pegawai, Fery Insani Akui Banyak yang WA

    Ikuti kami di Facebook