Begini Pendapat Seorang Jurnalistik, Soal Investasi Tanaman Alpukat

Fery Laskari Pemilik kebun alpukat

BANGKA INTRIK.ID – – Tanaman alpukat ( persea americana ) berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah, diperkirakan masuk ke Indonesia pada abad ke – 18. Tanaman yang punya ciri cita rasa khas ini, banyak digemari semua kalangan masyarakat.

Di Kabupaten Bangka tanaman alpukat sekarang menjadi incaran investasi agribisnis menjanjikan. Bisnis jual bibit alpukat menjamur.

Mulai dari pemodal besar hingga berprofesi sebagai jurnalistik tertarik akan investasi tanaman yang satu ini.

Seperti dilakukan Fery Laskari seorang jurnalistik media mainstream Bangka Belitung juga Alumnus Sekolah Pertanian Pembangunan Negeri (SPPN/SPMA) Palembang Tahun 1993 dan S1 STIPER Sriwigama Palembang Tahun 1997, Ketua Komunitas Wartawan Tani Bangka ( Wartab ) tertarik investasi tanaman alpukat. Bagai mana ceritanya?

Space Iklan/0853-1197-2121

Intrik.Id : Bung Fery Laskari Bagaimana anda bisa terjun ke dunia pertanian sedangkan profesi anda seseorang jurnalistik?

Fery Laskari : Sebenarnya latar belakang pendidikan saya itu pertanian, yang namanya sebuah profesi tergantung kita menekuninya seperti apa.

Intrik.Id : Apa yang menjadi pandangan anda mau berinvestasi tanaman alpukat?

Fery Laskari : Sekarang tanaman alpukat lagi menjadi trending topik bisnis pertanian, saya bukan lihat trendingnya akan tetapi analisis ekonomis alpukat.

Space Iklan/0853-1197-2121

Intrik.Id : Nah menurut bung Feri seperti apa prosfek nilai ekonomi tanaman alpukat kedepan?

Fery Laskari : Sederhana saja, jika kita punya tanaman alpukat 100 pohon sudah mulai berbuah. Harga jual terendah misalnya Rp. 500.000 × 100 pohon berarti kita punya omset Rp. 50. 000. 000, sekali musim panen dalam satu tahun. Belum lagi pada fase produktif alpukat berkisar antara Rp. 1.000.000 hingga Rp. 5.000.000/ pohon.

Intrik.Id : Dari segi perawatan tanaman alpukat apakah butuh biaya besar?

Fery Laskari : Soal biaya perawatan relatif, tergantung teknik budidaya yang kita pakai. Kalau saya lebih kepada pertanian organik, pupuk dasar saya gunakan limbah pengolahan kelapa sawit disamping itu saya gunakan sistim tumpang sari dengan tanaman cabai. Diharapkan hasil tanaman cabai bisa membiayai tanaman alpukat.

Intrik. Id : Terimakasih bung Feri Laskari sudah membagikan ilmunya kepada publik.

Pantauan Intrik. id, Kamis (10/9/2020) tempat Kecamatan Riau Silip, dikebun milik Fery Laskari tanaman alpukat dari berbagai jenis sudah ditanam berserta tumpang sari tanaman cabai. Bagi publik mudahan – mudahan mau beralih ke pertanian pasca timah. ( Intrik. Id )

Mungkin Suka Ini juga:
Zakat Fitrah 2026 di Kabupaten Bangka Rp42 Ribu atau 2,7 Kg Beras

Zakat Fitrah 2026 di Kabupaten Bangka Rp42 Ribu atau 2,7 Kg Beras

Muscab VI HNSI Bangka, Ahim : Kita Bukan Mencari Panggung

Muscab VI HNSI Bangka, Ahim : Kita Bukan Mencari Panggung

Temuan BPK, Pantai Romodong, Matras hingga Tirta Tapta Pemali Ternyata Masih Kawasan Hutan

Temuan BPK, Pantai Romodong, Matras hingga Tirta Tapta Pemali Ternyata Masih Kawasan Hutan

Katanya Tambang Timah Dipemali Telan Tujuh Orang Korban Ilegal, Namum Muncul Slip Pembayaran Berlogo PT Timah?

Katanya Tambang Timah Dipemali Telan Tujuh Orang Korban Ilegal, Namum Muncul Slip Pembayaran Berlogo PT Timah?

Uji Nyali TI Rajuk Alur Muara Air Kantung Masih Beraktivitas , Formanpis : Kami akan Turunkan Nelayan Menertibkannya

Uji Nyali TI Rajuk Alur Muara Air Kantung Masih Beraktivitas , Formanpis : Kami akan Turunkan Nelayan Menertibkannya

Sebelum Mutasi 160 Pegawai, Fery Insani Akui Banyak yang WA

Sebelum Mutasi 160 Pegawai, Fery Insani Akui Banyak yang WA

    Ikuti kami di Facebook