
Mengenai adanya rumah dinas anggota DPRD Bangka yang berlokasi di Kelurahan Kenanga semenjak periode 2004-2009 telah dikembalikan ke Pemda Bangka untuk dijadikan perumahan ASN, karena tidak sesuai dengan standar dan spesifikasi sebagaimana diatur dalam Permendagri No. 7 Tahun 2006 Tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemerintah Daerah.
“Kiranya rencana atau usulan kenaikan tunjangan perumahan anggota DPRD Kab. Bangka tidak perlu di diperdebatkan mengingat Kemampuan Keuangan Daerah Kabupaten Bangka masuk dalam kategori sedang dengan APBD tahun 2021 sekitar 1.1 Triliun, kami dari Fraksi Gerindra berpandangan apabila rencana atau usulan kenaikan tunjangan perumahan tersebut menyayat hati dan prasaan masyarakat Kabupaten Bangka lebih baik ditunda,” pungkasnya.(int)
KETUA PERSATUAN WARTWAN INDONESIA ( PWI ) KABUPATEN BANGKA
Zuesty Novianti Ketua Terpilih PWI Bangka kepada wartawan Jum’at (5/2/2021) siang, Mengatakan saat pandemi covid rakyat lagi susah.
“Tampak kurang etis kalau mereka merengek – rengek minta tunjangan perumahan dikala pandemi covid. Perekonomian rakyat semakin terpuruk. Harga kebutuhan hidup serba naik di pasaran. Jangankan itu, untuk cari gas 3 kg aja rakyat harus beteriak. Apa mereka melek melihat kondisi ini. Semacam tak ada respon sama sekali atas teriakan masyarakat. Malah mereka Seenaknya minta tunjangan perumahan, “kritik esty pedas.
Esty menyebutkan Pemkab Bangka sudah menyiapkan rumah dinas di Kelurahan Kenanga.
“Kan sudah ada perumahan DPR di Kelurahan Kenanga. Biar sama – sama merasakan dengan masayarakat disana bagaimana kondisi lingkungan disana. Kenapa harus meminta lagi, mereka tau gak bagaimana kondisi rakyat saat ini,”sindirnya.
Dirinya ( Esty – red ) menyarankan
Pemkab Bangka agar lebih memfokuskan pengembangan ekonomi kerakyatan seperti UMKM
“Daya beli masyatakat menurun. Saat ini pedagang banyak tapi yang beli berkurang. Harusnya pemerintah lebih peka lagi seperti merangkul pihak ketiga untuk mendorong UMKM, sektor pertanian, sektor perkinan, sektor pariwisata ditengan tengah pandemi. Harusnya itu yang dipikirkan para wakil rakyat dan pemerintah saat ini, lagian semenjak pandemi seperti tidak ada sepak terjang yang mereka buat untuk masyarakat, “tegasnya.