
Tak hanya itu, kelompok yang sudah didirikannya selama lima tahun tersebut berharap dapat diberikan wawasan dalam mengelola sampah, agar sampah-sampah yang ada dapat dikelola secara maksimal dan berdaya guna.
“Saat ini sampah yang kami ambil dari rumah warga baru sebatas kami pilah sampah yang memiliki nilai jual, seperti sampah botol plastik ataupun sampah kaleng. Untuk jenis sampah lainnya belum kami kelola, dikarenakan kami belum memiliki pengetahuan atau cara untuk mengelola sampah tersebut menjadi sesuatu, misalnya untuk mengelola kompos ataupun menernak magot untuk menjadi pakan ternak. Kami berharap kedepannya PT Timah dapat membantu kami dalam memberikan pelatihan dalam pengelolaan sampah ini, agar sampah-sampah yang kami kumpulkan ini dapat menjadi nilai lebih dan berguna untuk lingkungan,” kata Sri.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Belitung Timur Novis Ezuar mengapresiasi bantuan dari PT Timah karena memang sangat dibutuhkan apalagi kondisi motor roda tiga yang dimiliki kondisinya sering rusak sehingga bisa mengganggu operasional.
“Dengan adanya kendaraan operasional yang baru ini dapat menunjang operasional mereka menjadi lebih lancar, dan secara otomatis pengelolaan sampah ini bisa mereka kelola dengan baik,” katanya.
Ia menilai PT Timah sangat peduli dengan lingkungan dan masyarakat. Selain itu, PT Timah juga aktif dalam kegiatan penanaman dan rehabilitasi lingkungan di kawasan pesisir seperti mangrove.
“Semoga kedepannya PT Timah dapat terus mendukung kegiatan-kegiatan masyarakat seperti ini, tidak hanya yang ada di Desa Lalang, tapi juga Desa-Desa yang ada di Belitung Timur,” ucapnya.