
Apri menjelaskan, anggaran untuk pencegahan masalah anak hanya dianggarkan Rp 60 juta per tahun dimana setengahnya hanya digunakan untuk acara seremonial.
“Bayangkan, 6.600 anak hanya mendapat pemenuhan anak 30 juta saja. Kami DPRD ingin melihat pencegahan bukan penangan setelah terjadi. Jadi harusnya diperhatikan dengan baik,” jelas anggota Komisi II DPRD Bateng itu.
Apri berharap, seluruh elemen bisa lebih bersinergi untuk pemenuhan hak dan pencegahan kekerasan terhadap anak.