
INTRIK.ID, BABEL — Ahmad Hanif, balita berusia 1,4 tahun asal Pangkalpinang, harus menjalani pengobatan secara berkelanjutan sejak didiagnosis mengalami omfalokel dan kelainan posisi organ.
Kondisi tersebut membuat keluarga Hanif harus menghadapi kebutuhan medis yang tidak sedikit. Selain pengobatan, keluarga juga harus menyiapkan biaya untuk obat-obatan pendukung, alat bantu medis harian, susu khusus hingga transportasi untuk menjalani kontrol ke rumah sakit di luar Bangka Belitung.
Bagi keluarga Hanif, kebutuhan tersebut menjadi tantangan tersendiri. Sang ayah, Rio Selvianus, bekerja sebagai buruh harian, sedangkan ibunya merupakan guru honorer.
“Anak saya didiagnosis omfalokel dan kelainan posisi organ dan ada sakit lainnya. Pengobatannya dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisinya. Pengobatan juga dilakukan di salah satu rumah sakit di luar Babel,” ujar Rio.