
Secara bulanan (month-to-month), Babel mengalami inflasi sebesar 0,39%. Kenaikan ini utamanya dipicu oleh sektor transportasi, khususnya tarif angkutan udara.
”Kenaikan harga avtur dunia yang mencapai 70% akibat konflik di Timur Tengah berdampak langsung pada tarif penerbangan. Selain itu, faktor cuaca yang memengaruhi pasokan sawi hijau serta tingginya permintaan jeruk saat perayaan Ceng Beng juga turut memberi andil pada inflasi April,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy.
Sementara itu, dari sisi tahunan, komoditas emas perhiasan masih menjadi penyumbang utama inflasi meskipun harganya mulai terkonsolidasi, disusul oleh komoditas daging ayam ras dan cumi-cumi yang harganya tetap dalam batas terkendali.