
Menurutnya, Rumah Sakit dan Puskesmas menjadi andalan dalam menangani stunting. Bukan hanya perihal pengobatan, melainkan juga dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Memang saat ini (tingkat stunting-red) Bangka Tengah masih pada posisi belasan persen,” kata Algafry.
Namun, dari intervensi yang dilakukan, Algafry yakin, sedikit demi sedikit sampai 2023 mendatang, angka stunting di Bangka Tengah tinggal satu digit saja.
Lanjut dia, upaya ini terus dilakukan dengan melibatkan semua OPD. Pasalnya ini adalah tugas berat yang perlu dilakukan, termasuk mengidentifikasi dan mencegah hal-hal yang dapat memicu terjadinya stunting.
“Jujur saya akui, di Bangka Tengah, salah satu yang sedang kami kejar adalah perihal ODF,” terangnya.