Apri Panzupi Ingatkan Pemda Bateng: Jangan Sampai Jadi Tradisi

    Foto: Suasana pasar Moderen Koba menjelang lebaran Idul Fitri.(Erwin/Intrik.id)

    Adapun salah satu contoh sistem yang dimaksud ialah dengan cara mengantisipasi harga-harga bahan pokok tersebut supaya tetap stabil melalui pendataan kebutuhan secara terstruktur.

    “Seharusnya Pemda mendata kebutuhan pokok masyarakat di Bangka Tengah ini pada hari-hari normal berapa banyak per harinya. Dan dihitungnya juga kebutuhannya menjelang hari-hari besar seperti lebaran dan lain sebagainya,” ucapnya.

    Selanjutnya, maka akan terpantau sejauh mana kebutuhan bahan-bahan pangan untuk masyarakat Kabupaten Bangka Tengah sehingga perihal kenaikan harga bahan pokok seperti sekarang ini bisa diantisipasi dan dikomunikasikan dengan pihak distributor dan supplier.

    “Dengan demikian, maka bisa kalkulasikan seberapa banyak kebutuhan masyarakat per hari, per bulan bahkan per tahunnya,” ujar Apri.

    Sementara itu, pengamat ekonomi sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung (UBB), Devi Valeriani menilai tingginya permintaan masyarakat menjelang lebaran menyebabkan harga yang ditawarkan mengalami peningkatan.

    Hal ini merupakan implikasi dari adanya mekanisme pasar dan berlakunya teori permintaan. Apalagi saat ini eforia lebaran diiringi dengan tingginya harga komoditas unggulan seperti Timah, karet, kelapa sawit dan lada.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook