
Tak hanya itu, ia juga menjelaskan bahwa untuk memajukan pendidikan sesuai arahan Presiden dibutuhkan kolaborasi semua pihak.
“Pemerintah sebagai penyelenggara negara tidak dapat bekerja sendiri karena keterbatasan sumber daya dan sumber dana. Perlu dukungan dan partisipasi semua pihak baik orang tua, masyarakat, dunia usaha, dan media massa agar pendidikan sebagai layanan publik dapat berperan mengantarkan anak-anak menjadi generasi hebat dan kuat. Dengan semangat Hari Pendidikan Nasional mari kita saling bergandeng tangan, bahu membahu, dan bergotong royong mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” imbuhnya.
Ia juga menyampaikan pesan untuk para guru dan tenaga pendidik yang telah mengabdikan hidupnya demi masa depan generasi bangsa.
“Menjadi seorang guru bukanlah tugas yang mudah. Dibalik peran mulianya, tersimpan tanggung jawab besar untuk membentuk pribadi-pribadi yang lebih baik. Namun, saya meyakini bahwa proses ini adalah sesuatu yang harus kita jalani dengan sepenuh hati, karena dari sini akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kaya akan akhlak mulia. Saya harap anak-anak yang kita didik hari ini akan tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang berkarakter, berilmu, dan membawa kemajuan bagi negeri ini,” ungkap Algafry.
Sementara itu, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bangka Tengah, Deni Andriyanto, yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah SMPN 2 Sungaiselan turut menyampaikan harapannya dalam momentum upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional tersebut.