
“Saya titip ya bantuannya untuk anak beliau. Saya juga bantu sebisa mungkin agar anak beliau bisa bersekolah. Kami bersama bupati tentunya akan memberikan yang terbaik untuk semua masyarakat Bangka Tengah tanpa terkecuali,” tegas Bunda Eva.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Kemiskinan, Oki mengatakan semua bantuan sekarang diarahkan ke Si Lakso (Sistem Layanan Kesejahteraan Sosial) agar tidak terjadi bantuan ganda terhadap orang yang sama.
“Jadi sekarang kita bantuan semuanya langsung ke SiLakso. Nah Lakso ini hanya sebagai perantara untuk orang-orang yang butuh bantuan agar terarah. Entah ke Dinsos, Dindik, Baznas, Kesra atau yang lainnya yang berhubungan dengan pengajuan bantuan tersebut. Ini dibuat agar satu pintu dan tidak tumpang tindih bantuan ke orang yang sama,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, jika memang ada keterlambatan di lapangan semua harus ditelusuri lebih lanjut agar tidak terjadi mis komunikasi.
“Kalau memang ada keterlambatan atau miskomunikasi antara pengaju, silakso atau back office dinas atau badan yang bersangkutan kita telusuri besok. Kita ketemu bersama si pengaju bantuan dan awak media sebagai saksi agar masalah selesai. Kalau memang pengajuan sudah lama dan data sudah masuk nanti ada di data SiLakso. Kalau memang ada keterlambatan kita selidiki dimananya karena kita tidak tahu bagaiman yang ada dilapangan,” pungkasnya.(Erwin)