Ada Cuan Kordinasi RP 15000 Perkilogram, Aktivitas Penambangan Timah di Muara Tengkorak

    Caption : Kondisi aktivitas penambangan dari berbagai jenis Tambang di Muara Tengkorak Sungailiat

    BANGKA. SUNGAILIAT. INTRIK.ID – Bagaimana sistem penambangan mau tertata rapi Jika masih ada praktek Kordinasi. Corat marut manajemen pertambangan timah khusus di Provinsi Babel bukan menjadi rahasia umum. Sejumlah pemangku kepentingan seperti generator yang terus bergerak seperti tiada henti, membuat pola agar tujuan tercapai.

    Harus kita akui salah satu sisi hasil pertambangan pasir timah, bisa mendongkrak perekonomian masyarakat. Namun dibalik ini semua celah perizinan menjadi mangsa oleh sistem tertentu untuk munculnya biaya Kordinasi.

    Pilihan sulit bagi masyarakat penambang mundur tidak ikut Kordinasi ekonomi keluarga jadi taruhan. Mengikuti arus Kordinasi terasa menjadi beban. Sedang sistem tertentu dengan mudah mendapatkan cuan tanpa ikut melakukan penambangan.

    Fenomena diatas terjadi juga di perairan Muara Tengkorak Sungailiat Bangka, dimana masyarakat penambang dikenakan biaya Kordinasi. Seperti disampaikan AB ( Masyarakat penambang ) kepada Redaksi INTRIK. ID Selasa ( 13/6/2023) siang.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Saya hanya menyampaikan keluhan saya selaku pribadi sebagai penambang di Muara Tengkorak. Biaya Kordinasi RP 15000 perkilogram sangat besar. Bukannya kita tidak mau ikut soal biaya tersebut, iya kalau hasil timahnya banyak, kalau hasilnya sedikit bagaimana? Mungkin bagi penambang lain tidak merasa berat,” kata AB.

    Potensi luar biasa, saat ditanya jumlah jenis penambangan diperairan Muara Tengkorak, AB menyebutkan ratusan unit wow ?

    “Kalau soal jenis penambangan diperairan Muara Tengkorak diluar KIP kurang lebih ratusan. TI Perahu sekira 200 unit, Ipin Upin 60 unit, PIP 26 unit jadi totalnya 286 unit. Ini kita tidak bicara SILO, bayangkan satu hari saja 1 unit itu 20 kilogram, berarti ada 5.720 kilogram pasir timah dikali RP. 15.000 . jadi Biaya Kordinasi RP 85.800.000 perhari,” ungkap AB sedikit merenung.

    Namun sayang saat ditanya INTRIK.ID pihak mana yang melakukan pola Kordinasi tersebut? AB hanya menjawab coba tanya para penambang lain pasti mengetahui.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Nah untuk pihak yang meminta biaya Kordinasi coba hubungi juga penambang lainnya pasti tau. Tidak hanya itu pasir timah harus dijual dengan kolektor seputar Nelayan. Tidak boleh dijual ditempat lain. Yang punya SPK saja informasinya kena juga biaya Kordinasi RP. 5000 perkilogram, tidak punya SPK itu yang dikenakan RP. 15000 Perkilogram,” tutupnya.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Detik-Detik Evakuasi KM Nadira: Kapal Nyaris Penuh Air, Sekoci Basarnas Ikut Kandas

    Detik-Detik Evakuasi KM Nadira: Kapal Nyaris Penuh Air, Sekoci Basarnas Ikut Kandas

    Pencari Udang yang Diduga Diterkam Buaya di Belitung Timur Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup

    Pencari Udang yang Diduga Diterkam Buaya di Belitung Timur Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup

    Pamit Cari Udang, Pria di Belitung Timur Hilang Diduga Diterkam Buaya di Kolong Kero

    Pamit Cari Udang, Pria di Belitung Timur Hilang Diduga Diterkam Buaya di Kolong Kero

    Haruskah Pemuda Bikin Kisruh Dulu Baru Diperhatikan

    Haruskah Pemuda Bikin Kisruh Dulu Baru Diperhatikan

    Wartawan Dilarang Meliput Rakor Pemberantasan Korupsi di Bangka Tengah, Tuai Sorotan

    Wartawan Dilarang Meliput Rakor Pemberantasan Korupsi di Bangka Tengah, Tuai Sorotan

    Kebakaran Hutan Eks PT Kobatin Nyaris Sambangi Sekolah dan Labkesmas, Api Sempat Muncul di Dua Titik

    Kebakaran Hutan Eks PT Kobatin Nyaris Sambangi Sekolah dan Labkesmas, Api Sempat Muncul di Dua Titik

      Ikuti kami di Facebook