
Jika kamu berpikir hanya dengan lebih banyak konten yang kamu unggah, kemungkinan kamu muncul di FYP juga akan lebih besar, kamu perlu mengubah mindset kamu.
Spamming won’t help! Banyak kok, video yang masuk FYP di mana akunnya hanya memiliki sedikit video.
Jangan hanya terpaku dengan angka penonton, kamu juga harus membuat konten yang berkualitas agar kontenmu FYP. Hindari mengunggah video dengan kualitas gambar rendah dan buram. Kamu juga meningkatkan kualitas konten dengan editing. Bereksperimen lah dengan filter atau teknik transisi agar konten lebih menarik untuk ditonton. Hal ini selain bisa meningkatkan kualitas video, juga bisa memberikan ciri khas yang berbeda dari konten lain.
Karena TikTok merupakan platform video pendek, pengguna akan lebih tertarik dengan video yang berdurasi kurang dari 1 menit. Walau kini kamu bisa mengunggah dengan durasi yang beragam, kemungkinan besar untuk seseorang tidak menonton sebuah konten hingga akhir jika berdurasi terlalu panjang.
Kamu bisa menambahkan unsur menarik di awal video agar penonton terdorong untuk menyimak video hingga selesai. Usahakan untuk membuat konten yang berdurasi di antara 15-30 detik agar menambah tingkat video completion kontenmu.
Sama seperti hashtag, penggunaan sound atau lagu yang trending juga dapat membantu kontenmu dilihat oleh lebih banyak orang. Kamu bisa mencari sound yang sedang trending di menu “Discover” atau menggunakan sound yang sedang banyak digunakan di konten unggahan followers kamu.
Jika kamu menggunakan akun TikTok Pro (gratis) dan memiliki 100 followers, kamu bisa mendapatkan analytics tentang pengikut kamu, dan sounds yang ada di video yang mereka tonton selama satu minggu terakhir.
Banyak orang yang mengira #ForYou, #FYP dan sebagainya akan memperbesar angka penonton. Namun, cara tersebut belum tentu efektif untuk membuat suatu konten viral di TikTok.
Cara yang tepat adalah dengan menggunakan hashtag yang relevan atau sesuai dengan konten. Hindari menggunakan hashtag yang berlebihan dan tidak sesuai dengan isi dari kontenmu. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan hashtag yang sedang trending atau mengkombinasikan antar hashtag yang populer dan yang kurang populer.
Kamu perlu memperhatikan, tren apa sih yang sedang naik belakangan? Bagaimana cara tahunya? Kamu bisa lihat saja di For You Page kamu sendiri.