
Hal tersebut karena bisa saja suatu konten juga dilihat oleh beberapa akun yang bukan pengikut suatu brand. Untuk menghitung tingkat keterlibatan menggunakan metode ini, jumlah total interaksi per posting dibagi dengan jangkauan per posting, lalu dikalikan dengan 100.
Bagi pengguna yang ingin melihat performa setiap postingan bisa memakai metode ERP. Rumus ini sangat cocok untuk akun sosial media dengan angka reach yang fluktuatif atau naik turun.
Hasil penghitungan akan lebih stabil, sebab jumlah engagement pada satu unggahan dibagi dengan jumlah pengikut. Untuk menghitung dengan cara ini rumusnya sebagai berikut. ER = angka total engagements on a post dibagi total pengikut kemudian dikali 100.
Cara menghitung engagement Instagram yang ketiga ini merupakan metode paling ideal untuk mengetahui performa unggahan konten berupa video. Sayangnya, angka viewers ini sifatnya masih generik dan berbeda dengan unique views.
Dalam metode ini, 5 ribu tayangan mungkin berasal dari seribu akun yang melihat video berulang kali. Rumusnya adalah, total interaksi dalam sehari pada sebuah video dibagi dengan jumlah pengikut total, lalu kalikan dengan 100.
Metode ini cenderung akan menghasilkan nilai impresi yang fluktuatif atau naik turun. Pengguna bisa melihatnya berdasarkan tingkat impression atau seberapa kerap sebuah postingan muncul di timeline audiens.
Rumus dari metode ini adalah total engagements on a post kemudian bagi dengan total impressions, lalu kalikan 100.
Sesuai dengan namanya, metode ini berfungsi untuk melihat akumulasi dari rating matriks interaksi secara harian. Namun, sayangnya metode ini memiliki akurasi yang kurang bagus. Sebab, cara ini tidak dapat membedakan mana pengikut yang melakukan engagement berulang-ulang dan mana yang hanya sekali dalam sehari.