
Hasil penelitian ini memang cukup menjanjikan. Meski begitu, tetap diperlukan riset lebih lanjut untuk melihat efeknya pada manusia.
Rambut jagung juga punya potensi khasiat mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi. Bagian jagung ini memiliki sifat diuretik yang dapat mengurangi cairan berlebih dari tubuh yang menjadi salah satu penyebab meningkatnya tekanan darah.
Sebuah studi dalam jurnal Clinical and Experimental Optometry (2015) menunjukkan penurunan tekanan darah yang cukup signifikan pada 40 pasien setelah mengonsumsi ekstrak corn silk.
Namun, perlu Anda ingat bahwa corn silk bukanlah pengobatan tunggal untuk mengatasi masalah tekanan darah.
Selain mengontrol tekanan darah, rambut jagung berpotensi sebagai makanan penurun kolesterol jahat (LDL). Sebuah riset yang dimuat dalam Current Pharmaceutical Design (2017) menemukan bahwa kadar kolesterol LDL pada hewan uji berkurang cukup signifikan setelah mendapatkan perawatan dengan ekstrak corn silk.
Kondisi tersebut juga disertai dengan peningkatan kadar kolesterol HDL. Untuk melihat efeknya pada masalah kadar kolesterol manusia, berbagai penelitian lanjutan masih perlu dilakukan.
Rambut jagung memiliki kandungan senyawa flavonoid yang berkaitan erat dengan stamina atau ketahanan fisik. Senyawa tersebut dapat membantu meningkatkan toleransi terhadap aktivitas berat seperti olahraga dan mencegah tubuh mudah lelah.
Jika dikonsumsi bersamaan dengan biji jagungnya, yang merupakan sumber karbohidrat, ini bisa menambah energi tubuh.
Setelah mengetahui manfaatnya, mulai saat ini cobalah untuk tak langsung membuang corn silk dan konsumsi bersama bijinya.