
Asupan kalium yang rendah dapat mengganggu penyerapan kalsium dalam ginjal. Akibatnya, ekskresi (pembuangan) kalsium urine meningkat dan berpotensi membentuk kristal pada ginjal.
Nah, nasi jagung mengandung kalium yang dapat membantu menyerap zat sisa seperti kalsium urine sehingga mencegah batu ginjal.
Nasi jagung pun kaya akan fosfor yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang. Hal ini yang membuat konsumsi nasi jagung memiliki manfaat dalam mencegah masalah tulang.
Begini, fosfor merupakan jenis mineral yang penting dan secara alami dijumpai pada makanan. Jenis mineral ini pun menjadi bagian dari komponen tulang, gigi, DNA, dan RNA.
Jika tubuh kekurangan fosfor (hipofosfatemia), Anda berisiko mengalami kelemahan otot. Ini dapat terjadi mengingat fosfor menjadi komponen penting dalam pembentukan tulang.
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, nasi jagung termasuk salah satu sumber serat yang baik bagi tubuh, terutama ketika ingin menjaga berat badan.
Hal ini tidak mengherankan mengingat makanan berserat seperti nasi jagung cenderung lebih mengenyangkan. Alhasil, Anda akan makan lebih sedikit dan tetap kenyang lebih lama.
Manfaat nasi jagung terhadap berat badan juga berkaitan dengan kesehatan pencernaan.
Pasalnya, serat makanan meningkatkan berat dan ukuran feses sehingga lebih lembut dan mudah dikeluarkan. Hal ini bisa mengurangi risiko sembelit.
Nah, bila ingin beralih mengonsumsi nasi jagung untuk mendapatkan manfaatnya, sebaiknya lakukan secara perlahan.
Anda bisa mencampurkan nasi jagung dan nasi putih untuk pertama kali sehingga lidah akan lebih mudah menerimanya.