
Program tersebut dilaksanakan secara terintegrasi dengan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) serta Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK).
Di sektor ekonomi, salah satu penerima manfaatnya adalah Perkumpulan Masyarakat Nelayan Kelurahan Sawang, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.
Ketua Perkumpulan Masyarakat Nelayan Kelurahan Sawang, Jumari, mengatakan bantuan tersebut digunakan untuk membeli jaring yang disesuaikan dengan kebutuhan nelayan.
“Alhamdulillah, bantuan dari PT Timah kami manfaatkan untuk membeli jaring bagi nelayan. Jaring yang dibeli disesuaikan dengan kebutuhan nelayan, yaitu untuk menangkap ikan biang dan ikan lome,” kata Jumari.
Bantuan tersebut dinilai membantu nelayan menghadapi kondisi hasil tangkapan yang tidak selalu menentu.
Di bidang pendidikan, PT Timah menjalankan Pemali Boarding School dan Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gernas Tastaka).
Salah satu siswa Pemali Boarding School, Ulfia Maharani, mengatakan program tersebut membantu dirinya mengejar cita-cita sekaligus meringankan beban orang tua.
Ulfia menargetkan melanjutkan pendidikan ke Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan mengambil program studi Psikologi.
“Terima kasih PT Timah yang telah mendukung pendidikan saya dan bisa membantu meringankan beban orang tua saya. Ini kesempatan bagi saya untuk memberikan prestasi terbaik,” ucapnya.
Sementara di bidang lingkungan, sejumlah program yang dijalankan antara lain Program Kolong Terintegrasi, penanaman mangrove dan program 1.000 Pohon untuk Negeri.