
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Persoalan pendidikan dasar masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah. Data Dinas Pendidikan Bangka Tengah mencatat sebanyak 1.507 warga masih mengalami buta huruf, sementara 146 di antaranya merupakan remaja usia 15 hingga 20 tahun berdasarkan data tahun 2022.
Angka tersebut menjadi perhatian karena kelompok usia 15–20 tahun seharusnya sudah berada atau telah menyelesaikan pendidikan jenjang menengah.
Persoalan pendidikan di Bangka Tengah juga tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis. Data Dinas Pendidikan sebelumnya mencatat 436 siswa SMP mengalami putus sekolah sepanjang 2020 hingga 2023.
Sejumlah faktor sosial dan ekonomi disebut menjadi penyebab. Sebagian anak memilih mengikuti orang tua bekerja di kebun, laut maupun sektor pertambangan hingga akhirnya tidak kembali melanjutkan sekolah.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri di tengah upaya pemerintah mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perluasan akses pendidikan.