
Pemetaan warga buta huruf hingga tingkat desa, penguatan pendidikan kesetaraan Paket A, B dan C, pembelajaran bagi masyarakat dewasa serta penanganan anak berisiko putus sekolah dapat menjadi bagian dari strategi yang lebih terarah.
Kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah juga diperlukan, terutama untuk menangani faktor ekonomi yang membuat sebagian anak meninggalkan sekolah.
Sebab, persoalan pendidikan tidak selalu berhenti pada ruang kelas. Ketika anak memilih bekerja membantu keluarga, pemerintah perlu memastikan terdapat intervensi yang mampu menjaga mereka tetap memperoleh hak pendidikan.
Dengan masih adanya data ribuan warga yang mengalami buta huruf serta ratusan anak yang sebelumnya tercatat putus sekolah, pembaruan data dan program intervensi menjadi semakin penting.
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah diharapkan tidak hanya memiliki target peningkatan pendidikan, tetapi juga mampu menunjukkan data terbaru, lokasi persoalan, program yang dijalankan, serta hasil yang telah dicapai.