1.507 Warga Bangka Tengah Masih Buta Huruf, Disdik Akui Data Terbaru Belum Rampung

    Persoalan lainnya adalah belum tersedianya pembaruan data yang dapat menggambarkan kondisi terkini secara menyeluruh.

    Saat dikonfirmasi mengenai perkembangan terbaru jumlah anak putus sekolah dan warga yang mengalami buta huruf di Bangka Tengah, Sekretaris Dinas Pendidikan Bangka Tengah, Esdras Silverius, mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan.

    “Kami masih menyiapkan data terbaru terkait jumlah anak putus sekolah dan buta huruf di Bangka Tengah. Nanti setelah valid akan kami rilis untuk jadi dasar program,” ujarnya di Koba, Selasa (11/8/2026).

    Pembaruan data menjadi penting karena angka 1.507 warga buta huruf dan 146 remaja usia 15–20 tahun tersebut merupakan data tahun 2022. Tanpa pembaruan, sulit untuk melihat apakah jumlah tersebut mengalami penurunan, tetap atau justru bertambah.

    Begitu pula dengan data putus sekolah. Data 436 siswa SMP yang tercatat pada periode 2020–2023 perlu diperbarui agar pemerintah dapat mengetahui kelompok usia dan wilayah yang masih membutuhkan intervensi.

    Butuh Program yang Terukur

    Persoalan tersebut membutuhkan langkah yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial, tetapi juga program yang dapat diukur hasilnya.

    Pages: 1 2 3 4
      Ikuti kami di Facebook