
“Sebenarnya sistem ini sudah lama diterapkan di Jakarta yang menjadi juara nasional. Hal itu juga kami lakukan agar Bangka Tengah menjadi juara umum. Jadi Zakwan tidak bisa berangkat karena di TC belum memenuhi standar kami dan saudara Khoril yang merupakan binaan LPTQ lebih baik menurut dewan pembina,” ungkapnya kepada intrik.id, Kamis (26/9/2024).
Ia melanjutkan, jika Khoirul dan dua orang binaan LPTQ Bangka Tengah lainnya adalah anak asli Bangka Tengah yang tak bisa ikut seleksi karena masih sekolah di Tangerang dan merupakan juara 1 tilawah 5 juz nasional.
“Jadi di TC kami juga seleksi kembali dan Khoiril lebih baik dari Zakwan. Dan Khoril juga orang Celuak. Hal ini juga agar LPTQ tidak sia-sia memberikan beasiswa kepada binaannya. Kami tak pernah comot langsung karena total peserta TC 57 orang yang mana kami godok semua. Namun memang hanya 3 cabang yang di TC seleksi ulang dan 5 lainnya tidak, ” tegasnya.