
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH — Dinas Kesehatan Bangka Tengah menanggapi atas meninggalnya Nurlaila, bocah 12 tahun asal Desa Kurau akibat gizi buruk.
Kepala Dinas Kesehatan Bangka Tengah, Anas Ma’aruf mengatakan meninggalnya Nurlaila tidak bisa didiagnosis langsung karena harus di cek laboratorium terlebih dahulu terlebih lagi disertai TBC akut.
“Walau memang terlihat secara kasat mata, namun harus tetap cek lab dan lainnya. Gak bisa didiagnosis secara langsung,” ucapnya kepada intrik.id.
“Untuk Nurlailai juga merupakan pasien yang kita pantau selama enam bulan ini walau sudah diatas batas usia balita terpantau,” lanjutnya.