
Ia juga mengatakan, masih ada beberapa RT yang mempertahankan lomba seperti itu untuk menjaga semangat kemerdekaan tersebut.
“Setahu saya kampung Keranggan masih ada perayaan 17an kalau di Koba. Cma emang covid kemarin gak ada. Pawai dan karnavak juga katanya tahun ini ada setelah 2 tahun gak ada. Ya saya masih pengen nonton walau sudah tua karena itulah yang menjaga nasionalis kita,” katanya.
Ia juga menilai, anak-anak sekarang kurang dipupuk rasa nasionalis sejak dini, sehingga momentum seperti ini tidak terasa berharga.
“Yah hilangnya budaya, perayaan perlahan mengikis nasionalis anak muda sekarang. Harusnya kita harus memupuk rasa nasionalis mereka sejak dini. Namun sayang, nasionalis kita mulai terkikis di generasi ini,” tutupnya.(Erwin)