UMKM Olahan Ikan Bangka Tengah Dibidik Tembus Ekspor, Pemkab Bantu Iuran BPJS 50 Pelaku Usaha

    Caption: Efrianda.

    Pendampingan ini juga diarahkan untuk mendukung program Desa Devisa agar produk olahan perikanan setempat memiliki kesiapan lebih baik dalam bersaing di pasar global.

    “Kami berkomitmen menyukseskan Desa Devisa agar UMKM di Bangka Tengah bisa naik kelas ke pentas global dengan produk-produk yang memiliki legalitas usaha yang memadai. Karena itu, hari ini kami mengundang kurang lebih 45 pelaku usaha untuk mengikuti pendampingan yang nantinya dilengkapi dengan coaching dan praktik penyusunan dokumen,” kata Imam.

    Ia menjelaskan, pemenuhan persyaratan dan kepemilikan SKP menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas serta kesiapan unit pengolahan ikan untuk memasuki pasar yang lebih luas.

    Melalui pendampingan tersebut, para pelaku usaha diharapkan dapat memahami dokumen dan standar yang perlu dipenuhi, sehingga proses pengembangan usaha tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga kualitas dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

    Pemkab Tanggung Iuran BPJS Selama Setahun

    Selain mempersiapkan UMKM agar mampu bersaing di pasar ekspor, Pemkab Bangka Tengah juga memberikan perhatian terhadap perlindungan pekerja melalui program Jempol Ikan atau Jaminan Pengolah Ikan.

    Program ini merupakan kolaborasi Pemkab Bangka Tengah dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pangkalpinang. Pada tahun ini, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran perlindungan bagi sekitar 200 orang, terdiri atas 100 nelayan, 50 pembudidaya ikan, dan 50 pengolah hasil perikanan.

    Efrianda mengatakan, bantuan tersebut diberikan sebagai stimulan agar pekerja sektor perikanan memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

    “Berbarengan dengan kegiatan ini, kita juga mendukung program pemerintah pusat agar para pekerja mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Melalui APBD Kabupaten Bangka Tengah, kita alokasikan untuk 50 peserta dari kalangan UMKM, dan hari ini diserahkan secara simbolis kepada lima peserta. Pemkab Bangka Tengah memberikan stimulan selama satu tahun dibiayai oleh APBD, kemudian berikutnya saya harap bisa dilanjutkan oleh peserta secara mandiri,” jelasnya.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook