
INTRIK.ID, JAKARTA – Polemik pernyataan kreator konten Herri Pras yang menyeret nama Ustaz Abdul Somad (UAS) dan Ustaz Adi Hidayat (UAH) terus menjadi perbincangan publik.
Namun, hingga Rabu (4/11/2026), belum ditemukan pernyataan terbuka yang terkonfirmasi dari kedua pendakwah tersebut mengenai kritik keras dan tantangan yang dilontarkan Herri Pras.
Di tengah ramainya perdebatan di media sosial, sejumlah tokoh agama justru mulai memberikan respons. Mereka mengingatkan pentingnya menjaga adab, etika berbicara, serta tidak menjadikan perbedaan pandangan sebagai alasan untuk merendahkan orang lain.
Salah satu yang angkat bicara adalah pendakwah Hanny Kristianto.
Melalui tanggapannya kepada tvOneNews, Hanny menilai cara Herri menyampaikan kritik terhadap UAS dan UAH tidak mencerminkan akhlak yang baik.
Menurutnya, seseorang yang ingin menyampaikan dakwah maupun kritik semestinya tetap mengedepankan bahasa yang santun.
Ia juga mengingatkan agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi permusuhan antarkelompok umat Islam.
Hanny bahkan meminta Herri memperbaiki cara berkomunikasi dan tidak mengadu domba sesama kelompok keagamaan.
Polemik ini bermula dari sejumlah video Herri Pras yang mengkritik pandangan dan ceramah beberapa tokoh agama, termasuk UAS dan UAH.
Dalam konten yang beredar, Herri menggunakan sejumlah istilah keras, bahkan mempertanyakan kapasitas keilmuan kedua pendakwah tersebut.