Transaksi UMKM Babel Tembus Rp130 Juta di ISEF 2026, Peluang Ekspor Mulai Terbuka

    Penguatan ekonomi syariah Babel juga dilakukan melalui keikutsertaan perwakilan Dewan Pimpinan Wilayah Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pondok Pesantren (DPW HEBITREN) Babel dalam Forum Bisnis Pesantren. Forum tersebut membuka ruang bagi pesantren untuk memperluas jejaring, berbagi pengalaman usaha, dan menjajaki kerja sama dengan pesantren dari daerah lain.

    Penjualan Nasional dan Peluang Pasar Global

    Secara nasional, ISEF 2026 mencatat penjualan produk makanan halal dan fesyen sebesar Rp13,85 miliar. Nilai business matching pembiayaan dan perdagangan syariah mencapai Rp3,16 triliun, sedangkan komitmen kerja sama pasar uang dan valuta asing syariah tercatat Rp6,05 triliun.

    Deputi Gubernur Bank Indonesia, Solikin M. Juhro, menegaskan bahwa keberhasilan ekonomi syariah harus tercermin dalam manfaat nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Pengembangannya diarahkan pada integrasi rantai nilai halal, perluasan pembiayaan syariah, serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan berbasis digital.

    Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy, melalui rilisnya menyatakan komitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, pesantren, lembaga keuangan syariah, dan pemangku kepentingan lainnya.

    Bagi UMKM Babel, hasil ISEF akan semakin berarti apabila transaksi pameran berlanjut menjadi penjualan berulang dan penjajakan bisnis berkembang menjadi kontrak nyata. Dengan begitu, peluang yang terbuka di pasar syariah tidak berhenti pada promosi, tetapi dapat memperkuat usaha dan memperluas jangkauan produk daerah. (*)

    Pages: 1 2 3Show All
      Ikuti kami di Facebook