Transaksi UMKM Babel Tembus Rp130 Juta di ISEF 2026, Peluang Ekspor Mulai Terbuka

    INTRIK.ID, BABEL — Produk UMKM Bangka Belitung mencatat transaksi lebih dari Rp130 juta selama mengikuti Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta. Selain penjualan, partisipasi tersebut membuka peluang kerja sama bisnis dengan calon pembeli dari Singapura, Pakistan, dan Australia.

    Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (KPwBI Babel) membawa sejumlah UMKM unggulan ke ajang ekonomi dan keuangan syariah yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC). ISEF ke-13 itu resmi ditutup pada 18 Oktober 2026.

    Salah satu peluang perluasan pasar datang dari Billiton Spice yang mengikuti penjajakan bisnis business-to-business (B2B) dengan calon pembeli asal Singapura dan Pakistan. Sementara itu, Sepiak Belitong membuka peluang kerja sama dengan calon pembeli dari Australia melalui rangkaian Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST).

    Meski membuka peluang pasar internasional, penjajakan tersebut masih perlu ditindaklanjuti agar berkembang menjadi transaksi komersial dan ekspor yang terealisasi. Kepastian pesanan, nilai kerja sama, serta keberlanjutan permintaan akan menjadi faktor penting bagi UMKM untuk memperluas pasar.

    UMKM Babel Unjuk Produk di Pasar Syariah

    Dalam ajang tersebut, KPwBI Babel menghadirkan Cokelat CandU, Morenji, dan Billiton Spice untuk kategori makanan halal. Sepiak Belitong tampil di sektor fesyen muslim atau modest fashion, sedangkan Adena, Billiton Spice, Madu RR1669, Kritcu Super Sindi, dan Wijaya Crab mengikuti Halal Mart.

    Sepiak Belitong juga berpartisipasi dalam peragaan busana, bazar, dan penjajakan bisnis wastra melalui IN2MOTIONFEST yang berkolaborasi dengan Jakarta Modest Fashion Week. Kegiatan tersebut menjadi ruang promosi bagi produk fesyen lokal untuk menjangkau calon mitra bisnis baru.

    Bagi UMKM daerah, keikutsertaan dalam pameran nasional dan internasional bukan hanya soal penjualan selama acara. Tantangan berikutnya adalah menjaga kapasitas produksi, kualitas produk, dan konsistensi pasokan apabila peluang kerja sama berkembang menjadi pesanan dalam jumlah lebih besar.

    Wakaf Produktif Himpun Lebih dari Rp58 Juta

    Selain memperluas akses pasar UMKM, KPwBI Babel memperkenalkan inovasi Wakaf Produktif Hijau melalui program Wakaf Waste Box (WWB), hasil kolaborasi dengan WakafMU Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

    Program yang dipromosikan secara digital melalui booth Wakafein tersebut berhasil menghimpun wakaf lebih dari Rp58 juta. Ke depan, WWB direncanakan diterapkan di lingkungan sekolah untuk mengenalkan pengelolaan sampah sekaligus edukasi wakaf sejak dini.

    Program ini menghubungkan keuangan sosial syariah dengan kepedulian lingkungan. Namun, dampak jangka panjangnya akan bergantung pada pelaksanaan program, pengelolaan dana, serta keberlanjutan penerapan di lingkungan masyarakat dan sekolah.

    Penguatan ekonomi syariah Babel juga dilakukan melalui keikutsertaan perwakilan Dewan Pimpinan Wilayah Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pondok Pesantren (DPW HEBITREN) Babel dalam Forum Bisnis Pesantren. Forum tersebut membuka ruang bagi pesantren untuk memperluas jejaring, berbagi pengalaman usaha, dan menjajaki kerja sama dengan pesantren dari daerah lain.

    Penjualan Nasional dan Peluang Pasar Global

    Secara nasional, ISEF 2026 mencatat penjualan produk makanan halal dan fesyen sebesar Rp13,85 miliar. Nilai business matching pembiayaan dan perdagangan syariah mencapai Rp3,16 triliun, sedangkan komitmen kerja sama pasar uang dan valuta asing syariah tercatat Rp6,05 triliun.

    Deputi Gubernur Bank Indonesia, Solikin M. Juhro, menegaskan bahwa keberhasilan ekonomi syariah harus tercermin dalam manfaat nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Pengembangannya diarahkan pada integrasi rantai nilai halal, perluasan pembiayaan syariah, serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan berbasis digital.

    Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy, melalui rilisnya menyatakan komitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, pesantren, lembaga keuangan syariah, dan pemangku kepentingan lainnya.

    Bagi UMKM Babel, hasil ISEF akan semakin berarti apabila transaksi pameran berlanjut menjadi penjualan berulang dan penjajakan bisnis berkembang menjadi kontrak nyata. Dengan begitu, peluang yang terbuka di pasar syariah tidak berhenti pada promosi, tetapi dapat memperkuat usaha dan memperluas jangkauan produk daerah. (*)

      Ikuti kami di Facebook