
“Setiap dianiaya ada bukti visum, ada saksi dan juga masih luka parah. Terakhir saya dilempar gembok hingga berdarah kepala dan wajah saya,” tegas wanita 30 tahun itu.
“Saya gak paham, gak ada pendamping. Saya gak mau damai, tapi katanya gak bisa di tahan. Saya takut kali ini juga tetap tidak ditahan,” lanjut V dengan suara yang gemetar.
V bahkan meminta bantuan RT serta teman yang lainnya agar laporan kali ini tidak lagi dimintai damai dan pelaku bisa ditahan serta diproses secara hukum karena membahayakan dirinya dan anaknya.
“Mohon sekali, tangkap pelaku karena saya diancam mau dibunuh. Saya dicekik, dilempar gembok bahkan sampai berdarah kepala dan wajah saya. Saya punya foto dan bukti rekaman. Tolong saya pak polisi untuk menahan pelaku, ” ujarnya.