
Ia juga berharap agar ilmu yang didapat tidak hanya berhenti di ruang pelatihan saja.
“Saya berharap para peserta dapat menyimak dengan saksama setiap materi yang diberikan oleh instruktur. Yang paling penting adalah menerapkannya dalam menu sehari-hari di rumah serta membagikan keterampilan ini kepada anggota organisasi lainnya,” tambahnya.
Selama pelatihan, para peserta dibekali teknik pengolahan bahan pangan karbohidrat non-beras dan protein lokal agar menjadi sajian yang menggugah selera namun tetap terjaga nilai gizinya. Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang selaku fasilitator tempat menyediakan sarana praktik yang memadai guna menunjang peningkatan keterampilan para ibu tersebut.