TBS Sawit Bangka Tengah Termurah Sedunia, Apkasindo Ngadu ke DPRD

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH– Asosiasi Petani Kelapa Sawit Seluruh Indonesia (Apkasindo) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Bangka Tengah mengeluhkan harga Tandan Buah Segar (TBS) yang dibeli pabrik di Bangka Tengah menjadi harga paling murah di seluruh indonesia bahkan dunia.

    Hal itu dikeluhkan Apkasindo lewat audiensi dan rapat dengar pendapat di ruang Rapat Paripurna DPRD Bangka Tengah di Koba, Senin (6/4/2026).

    Ketua APKASINDO Bangka Tengah Maladi menyatakan, pembangunan di Bangka Tengah banyak sekali lewat DBH (Dana Bagi Hasil) dari sawit yang mana itu adalah hasil keringat petani sawit seperti program BPJS gratis dan lainnya.

    “Sawit itu menjadi penopang pembangunan dan ekonomi saat ini di Bangka Tengah termasuk program BPJS, ” ujarnya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Pihaknya juga tau bahwa masalah harga TBS ini memang ada diranah provinsi, namun pihak DPRD provinsi dan juga pihak perushaan yang ada di Belitung tak pernah datang.

    “Kami meminta DPRD Kabupaten Bangka Tengah untuk audinesi saat ini karena provinsi setengah hati. Ditambah pabrik-pabrik di Belitung tak pernah mau hadir kesepakatan harga. Ini harus ditegurlah semua pabrik nakal. Tapi tetap yang harusnya berbicara adalah kebijakan dan pengawasan karena menyangkut masyarakat, ” tegasnya.

    “Kami tidak nyari sensasi atau apapun. Kami hanya perjuangkan hak masyarakat. Tolong pak ketua dewan sampaikan ke provinsi mau gubernur dan Ketua DPRD provinsinya yang setengah hati mengurus kami. Kasihan petani sawit Bangka Tengah dibeli harga paling rendah se dunia untuk TBSnya,” lanjutnya.

    Ia juga tak menyalahkan masyarakat dan pabrik, namun menyayangkan para pemegang kebijakan tak bisa tegas dan memberikan kebijakan tentang harga sawit di Bangka Belitung sehingga terjadi harga tak merata seperti yang ada di Bangka Tengah.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Sawit ini banyak sekolahkan anak kita, bangun infrastruktur, membangun ekonomi dan sosial tetapi kebijakannya tidak tegas dan tidak merata. Makannya kami meminta Pemerintah untuk atasi, awasi dan juga kaji ulang harga TBS sawit di Bangka Tengah ini, ” tukasnya.

    Untuk diketahui, Dari data nasional, harga TBS mencapai Rp3.788 sampai Rp3.902 per kilogram yang mana harga nasional lebih mahal dari harga yang ada di Bangka Tengah hanya Rp2.870 per kilogram.

    Bahkan, Ketua DPRD Bangka Tengah menyatakan jika penyelarasan dan penetapan harga oleh pabrik ataupun provinsi, tak pernah libatkan DPRD Kabupaten terutama DPRD Bangka Tengah karena kasus yang terjadi saat ini di Bangka Tengah menjadi harga TBS termurah.

    “Penetapan harga oleh provinsi dan pabrik di Bangka Tengah tak pernah melibatkan kami. Kami hanya minta petani menanam sawit dan sawit ada yang beli di Bangka Tengah lewat pabrik-pabrik sawit ini. Namun siapa sangka harga yang ditawarkan tidak sesuai, ” jelasnya.

    Pihaknya juga sudah banyak sekali membantu petani sawit lewat program bantuan bibit kecambah, pupuk dan lainnya agar petani sawit juga mendapatkan kesejahteraan.

    “Petani sawit ini menjadi hajat hidup orang banyak. Kami juga banyak membantu. Tetapi selisih harga di Bangka Tengah dan nasional terlalu jauh. Seribu rupiah saja itu bisa membantu perekonomian sangat signifikan. Di Bangka Tengah Rp2.800 per kilo TBS, Nasional bisa Rp4.000 bahkan. Ini sudah jadi tanda tanya kenapa, ” tegasnya.

    Pihaknya juga akan membawa aspirasi ini sampai ke DPR RI agar harga sawit di Bangka Tengah bisa menjadi sama dengan daerah lainnya karena Bangka Tengah hingga saat ini produksinya belum over. Hanya saja jumlah pabrik yang menampungnya masih kurang di Bangka Tengah ini.

    “Intinya kami meminta pihak swasta membantu kami dalam mensejahterakan rakyat kami, kami akan bawa masalah harga ini ke DPR RI karena kami belum pernah dapat tembusan masalah harga dan penetapannya. Intinya kami ingin keadilan yang sama bagi masyarakat kami, ” tukasnya.

    Di tempat yang sama, Kepala Bidang (Kabid) perkebunan Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) M. Isa menyatakan, banyak pabrik sawit di Bangka Tengah belum memenuhi kebutuhan kebun plasma dan belum menetapkan harga yang sudah disepakati di provinsi.

    “Harga TBS per 2 minggu sekali kita sepakati bersama perusahaan dan juga dinas. Harganya memang ada perbedaan di Bangka Tengah ini. Masalahnya, perusahaan kadang tidak memberikan harga perkiraan dari pabrik. Kadang cuma menerima harga minimal dari provinsi dengan kategori umur sawit,” tegasnya.

    Ia melanjutkan, harga TBS per kilogram di Bangka Belitung yang dibeli perusahaaan dan bermitra dengan pemerintah harus membeli TBS dengan harga paling rendah Rp2.869 per kilogram dengan umur sawit termuda (3 tahunan) dan yang super sudah tua (diatas 12 tahun) Rp3.600 dengan harga rata-rata minimal Rp3.300 per kilogram.

    “Kita punya landasan lewat Pergub yang mana kita atur perusahaan bermitra dengan Provinsi saja. Yang di level masyarakat atau pengepul itu tergantung masing-masing orang saja. Intinya harga rata-rata Rp3.300 dan saya taunya perusahaan yang ada di Bangka Tengah bermitra dengan kami. Jadi harusnya acuan harga dari harga kesepakatan di provinsi,” tegasnya.

    Ia juga menyebutkan, harga dari provinsi semua sudah kesepakatan bersama dengan perusahaan dan sesuai pergub dan permentan. Termasuk semua daerah pasti ada perwakilan.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Subandri Disebut Merekomendasikan Pegawai dan Petani ke PT BAM

    Subandri Disebut Merekomendasikan Pegawai dan Petani ke PT BAM

    Rugikan Masyarakat, DPRD Bangka Tengah Minta Perizinan Perusahaan Sawit Dicabut

    Rugikan Masyarakat, DPRD Bangka Tengah Minta Perizinan Perusahaan Sawit Dicabut

    Kekurangan Komputer saat TKA, Algafry: Ada Siswa Harus Menumpang ke Sekolah Lain

    Kekurangan Komputer saat TKA, Algafry: Ada Siswa Harus Menumpang ke Sekolah Lain

    Pembuangan Limbah PT PSM ke Laut Atas Perintas Askep

    Pembuangan Limbah PT PSM ke Laut Atas Perintas Askep

    Studio Dian Tantra Kian Berkembang Berkat Rumah BUMN

    Studio Dian Tantra Kian Berkembang Berkat Rumah BUMN

    KNPI Minta DPRD hingga Aparat Investigasi Limbah PT Perlang Sawitindo Mas

    KNPI Minta DPRD hingga Aparat Investigasi Limbah PT Perlang Sawitindo Mas