Tak Mau Anak Desa Gagal Kuliah karena Biaya, Kades Perlang Jemput Bola Daftarkan Tiga Warga ke Kampus

    INTRIK.ID, PANGKALPINANG – Di saat banyak lulusan SMA mengubur mimpi kuliah karena keterbatasan ekonomi, Kepala Desa Perlang, Yani Basaroni, justru memilih turun langsung mengantar harapan tiga anak desanya menuju perguruan tinggi.

    Tak sekadar memberikan motivasi, Yani mendatangi kampus dan mengurus proses pendaftaran ketiga calon mahasiswa tersebut melalui jalur beasiswa dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

    Langkah itu dilakukan dengan mengunjungi Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung dan Universitas Pertiba untuk berkonsultasi sekaligus memastikan peluang pendidikan bagi warga kurang mampu tetap terbuka.

    “Kami tidak ingin ada anak Desa Perlang yang gagal kuliah hanya karena terkendala biaya. Karena itu kami datang langsung ke kampus untuk mencari solusi dan membantu proses pendaftarannya,” kata Yani Basaroni, Jumat (12/6/2026).

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Tiga calon mahasiswa yang didaftarkan tersebut berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi namun memiliki keinginan kuat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

    Mereka berencana mengambil program studi yang berbeda, yakni Pariwisata di Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, serta Hukum dan Ekonomi di Universitas Pertiba.

    Bagi Yani, membantu anak desa masuk perguruan tinggi bukan sekadar urusan pendidikan, tetapi investasi jangka panjang bagi masa depan desa.

    Menurutnya, desa membutuhkan lebih banyak generasi muda berpendidikan yang nantinya bisa kembali membangun kampung halamannya dengan ilmu dan pengalaman yang dimiliki.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Ada beberapa persyaratan administrasi yang harus segera dilengkapi. Pemerintah desa akan membantu sampai prosesnya selesai agar mereka bisa fokus mempersiapkan diri menjadi mahasiswa,” ujarnya.

    Yani mengaku bersyukur karena pihak kampus membuka ruang bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu melalui berbagai program beasiswa dan KIP Kuliah.

    Ia menyebut, dalam beberapa tahun terakhir sudah ada sejumlah warga Desa Perlang yang berhasil melanjutkan pendidikan tinggi melalui program serupa.

    Keberhasilan itu menjadi alasan pemerintah desa terus aktif mencari dan mendampingi siswa berprestasi yang memiliki kendala ekonomi.

    “Kami berterima kasih kepada pihak kampus yang selama ini membantu anak-anak desa memperoleh akses pendidikan tinggi. Harapan kami mereka bisa menjadi sarjana yang mandiri dan nantinya kembali memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

    Selain sebagai Kepala Desa Perlang, Yani yang juga menjabat Ketua DPC APDESI Bangka Tengah berharap langkah serupa dapat dilakukan oleh desa-desa lain.

    Menurutnya, kepala desa tidak hanya bertugas membangun infrastruktur, tetapi juga bisa menjadi jembatan bagi generasi muda untuk mengakses pendidikan yang lebih tinggi.

    “Mari kita jemput bola. Jangan menunggu anak-anak datang mengeluh tidak punya biaya. Jika mereka punya kemauan dan potensi, tugas kita membantu mencarikan jalan agar cita-cita mereka tidak berhenti setelah lulus SMA,” ujarnya.

    Bagi tiga anak Desa Perlang itu, perjalanan menuju bangku kuliah mungkin baru saja dimulai. Namun bagi Yani, keberhasilan mereka masuk perguruan tinggi adalah langkah kecil yang kelak bisa mengubah masa depan keluarga, bahkan masa depan desa mereka sendiri. (*)

    Mungkin Suka Ini juga:
    Tak Semua Pulang Membawa Piala, Tapi Semua Pulang Membawa Pelajaran dari Porsema III

    Tak Semua Pulang Membawa Piala, Tapi Semua Pulang Membawa Pelajaran dari Porsema III

    Juara Terus, Siswa Menyusut: Paradoks yang Menghantui SMKN 1 Koba

    Juara Terus, Siswa Menyusut: Paradoks yang Menghantui SMKN 1 Koba

    Empat Tahun Tak Terkalahkan, Jurusan Welding SMKN 1 Koba Kian Kokoh Jadi Raja LKS Babel

    Empat Tahun Tak Terkalahkan, Jurusan Welding SMKN 1 Koba Kian Kokoh Jadi Raja LKS Babel

    Dari Miniatur Ka’bah ke Karakter Santri, Manasik Haji Bahrul Ulum Tak Sekadar Latihan Ibadah

    Dari Miniatur Ka’bah ke Karakter Santri, Manasik Haji Bahrul Ulum Tak Sekadar Latihan Ibadah

    Dari Ruang Kelas ke Media Massa, Program Literasi PT Timah Dorong Guru Berani Menulis dan Berkarya

    Dari Ruang Kelas ke Media Massa, Program Literasi PT Timah Dorong Guru Berani Menulis dan Berkarya

    Belajar Jadi Tamu Allah Sejak Dini, Santri Bahrul Ulum Antusias Ikuti Manasik Haji

    Belajar Jadi Tamu Allah Sejak Dini, Santri Bahrul Ulum Antusias Ikuti Manasik Haji