
“Saya bukan masalah nomor urut atau yang lainnya, tetapi masalah etika politik dan berpartai. Sampai saat ini, saya bahkan tidak diindahkan oleh ketua partai Gerindra DPC Bateng,” ucapnya.
“Kalau seandainya dari omongan saya kemarin diindahkan dan dilakukan musyawar mufakat bisa jadi ini tidak terjadi. Nyatanya saya hanya didiamkan saja,” lanjutnya.
Mardani menjelaskan, penetapan bakal calon dan nomor urut untuk pemilu 2024 tidak sesuai musyawarah dan mufakat yang sudah dijalan Gerindra selama ini.
Dani bahkan merasa dirinya dibuang oleh Partai Gerindra DPC Bateng sebagai Wakil Ketua Partai Gerindra DPC Bateng yang selama ini berjuang bersamanya.
“Selama ini Gerindra selalu melakukan pencalonan dan penentuan nomor urut sesuai musyawarah dan mufakat. Ada data survey real yang dilakukan untuk menentukan siapa nomor urut. Dan selama ini tak pernah ada masalah, hanya sekarang saja tidak dilakukan,” ungkapnya.