
“Ada yang 80 persen untuk Pemda dan 20 persen untuk jukir yang bersangkutan. Ada juga 60 persen untuk Pemda dan 40 persen untuk jukir. Pokoknya tergantung tempatnya,” terang Fernando.
Ia menegaskan setiap jukir di suatu wilayah memiliki koordinatornya masing-masing agar tidak terjadi saling klaim.
“Jadi kalau ditotal, jumlah jukir di Bangka Tengah, termasuk dengan koordinatornya, yakni ada sekitar 53 orang,” tegasnya.
Ia mengakui bahwa jumlah tersebut masih kurang karena masih ada beberapa titik yang belum dikelolah.
Namun dengan jumlah tersebut, pihaknya bisa mendapatkan PAD sekitar Rp 120 juta pertahun.