
“Tiap hari selalu datang. Jadi untuk tahun ini nampaknya enggak ada masalah, stok aman tercukupi,” tambahnya.
Tak hanya itu, meski ada kasus PMK, Ahmad mengaku bahwa pembeli sapi kurban tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu.
“Tahun lalu itu saya nyiapin sekitar 400-an ekor sapi kurban dan yang terjual sekitar 100-an lebih. Tahun ini sebenarnya enggak jauh berbeda, bahkan mungkin lebih sedikit. Tapi yang beli memang lebih banyak dan Alhamdulillah setiap hari itu selalu ada aja yang beli,” terangnya.
Meski sapi dikandangnya terlihat masih penuh, Ahmad menuturkan bahwa sebagian besar sapi-sapi tersebut sudah dibooking dan di DP oleh para pembeli.
Walau demikian, Ahmad tak memungkiri bahwa harga sapi kurban tahun ini memang cenderung naik. Kata dia, harga sapi kurban tersebut rata-rata naik sekitar Rp5 juta sampai Rp7 rupiah per ekor.
“Kayaknya kalau tahun ini susah nyari sapi kurban yang harganya di bawah 30 juta. Di tempat saya aja, sapi kurban yang harganya di bawah Rp30 juta hanya sekitar 20 ekor. Itupun yang mau beli sudah rebutan,” ungkap dia.
Kenaikan harga sapi kurban tersebut juga diakui oleh drh Rahmawati, Koordinator Dokter Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Tengah.
“Stok cukup, dari pendataan kami, ada lebih dari 1000 ekor sapi kurban yang tersedia di Kabupaten Bangka Tengah,” ujar Rahma.