Sempat Ngamuk, Satgas Trisula Minta Penambang Jual Timah ke Salah Satu CV

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Satgas Trisula yang kemarin ke sarang ikan ternyata tidak memiliki surat tugas. Saat tim intrik.id kelapangan akhirnya menemukan fakta baru. Dari keterangan salah satu penambang berinisial L yang sedang di lokasi sarang ikan, tim satgas tersebut diduga ingin mengkoordinasikan hasil timah untuk dijual ke salah satu CV yang akan ditunjuk mereka.

    Ia akhirnya mencerita kronologi lengkap kisruh awal dengan satgas trisula yang datang ke sarang ikan. Awal mulanya, tim satgas memang sudah datang beberapa kali sebelum kejadian kisruh tersebut.

    “Tiga hari sebelumnya memang mereka sudah datang dan berkoordinasi dengan Kamal, koordinator fee disini. Namun kami tidak tau apa percakapannya, ” jelas warga Lubuk Besar itu, Kamis (7/1/2026).

    “Tapi yang saya tahu katanya mau koordinasi jual timah ke salah satu CV dari Koba, ” tambahnya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Ia melanjutkan, saat kisruh terjadi tim satgas datang dengan senjata api dan juga senjata tajam langsung menghancurkan beberapa pondok, ponton serta pipa selang milik para penambang.

    “Nah pas kisruh kemarin tim satgas ini rombongan 4 mobil, datang-datang langsung menghancurkan properti penambang dengan arogan sehingga memicu kemarahan penambang,” ungkapnya.

    Bahkan, salah satu anggota tim satgas sempat baku hantam dengan penambang yang membuat tim satgas dikeroyok warga. Bahkan, teriakan bakar mobil penambang sempat terucap dari penambang.

    “Karena kesal warga marah. Nah pas marah, satgas ini malah ngajak baku hantam. Setelah baku hantam dengan penambang, akhirnya penambang sekitar ikut kesana melerai. Namun satgas ini tetap arogan sampe dikeroyok, ” jelasnya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Melihat warga yang ramai ingin mengeroyok, tim satgas mengeluarkan tembakan 2 kali keatas untuk menenangkan penambang yang sudah ramai. Bukannya lari, para penambang malah tambah marah.

    “Mereka terdesak dan mengeluarkan tembakan keatas sampai akhirnya mereka kabur. Waktu mobil keempat mau kabur, jerambah (jembatan kecil) bandar (saluran aliran air) di lepas masyarakat. Namun 3 mobil lainnya sudah melarikan diri dan 1 mobil memaksa kabur namun malah masuk ke bandar,” ungkapnya.

    Akhirnya, sekitar 9 orang yang berada di dalam mobil tersebut diamankan penambang dan diinterogasi oleh warga dan meminta pertanggungjawaban Satgas Trisula. Beruntung ada tokoh masyarakat yang memang sedang berada di kebun sekitar lokasi sehingga warga dapat ditenangkan dan tidak terjadi anarkis serta kerusuhan.

    “Yang aneh sebagian tim satgas tersebut berasal dari wartawan dan sipil bukan murni tim satgas. Hanya ada beberapa orang yang mengaku dari pihak TNI,” tuturnya.

    Disisi lain, Kapolsek Lubuk Besar Ipda Dasa membenarkan adanya laporan dari tim satgas untuk meminta menenangkan warga yang mengamuk.

    “Benar, memang kemarin ada sekitar 3 mobil berwana putih rombongan yang meminta bantuan kami dan mengaku dari pusat. Kamipun langsung meminta tokoh masyarakat dan adat menenangkan warga sebelum kami sampai kesana,” jelasnya.

    Mendapatkan laporan tersebut, Kapolsek beserta jajaran langsung ke lokasi kisruh penambang dan satgas. Namun saat tiba di lokasi, warga sudah tenang.

    “Alhamdulillah waktu kami kesana warga sudah bubar dan mereda karena pertolongan para tokoh masyarakat. Kami datang pun, tim pusat tersebut sudah keluar dari lokasi, ” tukasnya.

    Sementara itu, Koordinator Satgas PKH Kolonel. Amrul Huda menegaskan bahwa itu bukan tim dari satgas PKH. Namun ketika ia ditanya apakah satgas trisula bagian dari satgas PKH ia enggan berkomentar.

    “Satgas PKH sudah tidak ada lagi di Bangka Belitung. Jadi itu bukan tim satgas PKH. Untuk yang lain saya tidak mau berkomentar, ” tukasnya.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Damkar Bangka Tertipu, Zalfika Ingatkan UU ITE

    Damkar Bangka Tertipu, Zalfika Ingatkan UU ITE

    PNS Bangka Tengah Rudapaksa Anaknya Sendiri

    PNS Bangka Tengah Rudapaksa Anaknya Sendiri

    Jasad Aditya Ditemukan Mengapung 50 Meter dari Lokasi Kejadian

    Jasad Aditya Ditemukan Mengapung 50 Meter dari Lokasi Kejadian

    Usai Ujian, Mahasiswa Polman Bangka Belitung Tenggelam di Pantai Teluk Uber

    Usai Ujian, Mahasiswa Polman Bangka Belitung Tenggelam di Pantai Teluk Uber

    Tim Turunkan Perahu Karet untuk Evakuasi Pelajar

    Tim Turunkan Perahu Karet untuk Evakuasi Pelajar

    Diguyur Hujan Semalaman, 40 Rumah Warga Desa Perlang Terendam Banjir

    Diguyur Hujan Semalaman, 40 Rumah Warga Desa Perlang Terendam Banjir

      Ikuti kami di Facebook