
Terakhir, perubahan tatanan sosial juga menjadi faktor yang membuat institusi keluarga menjadi rapuh. Perubahan pola pikir masyarakat tentang peran dan tanggung jawab dalam keluarga telah membuat institusi keluarga kehilangan makna dan fungsi utamanya. Banyak orang yang lebih memilih untuk hidup sendiri tanpa menikah atau membentuk keluarga. Hal ini menyebabkan kurangnya rasa tanggung jawab terhadap keluarga dan masyarakat.
Oleh karena itu, perlu adanya upaya dari seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat institusi keluarga di Indonesia. Pendidikan karakter, kampanye sosialisasi, dan pemberdayaan keluarga menjadi kunci dalam membangun kekuatan institusi keluarga di masa depan. Pendidikan karakter dapat dilakukan sejak dini, dengan memberikan pemahaman tentang pentingnya keluarga dan nilai-nilai kekeluargaan. Kampanye sosialisasi dapat dilakukan melalui media massa dan kegiatan-kegiatan sosial yang melibatkan keluarga. Pemberdayaan keluarga dapat dilakukan dengan memberikan akses kepada keluarga untuk mendapatkan sumber daya dan dukungan yang diperlukan.