
“Kita membutuhkan kerja sama yang erat dari berbagai sektor lembaga agar pertemuan ini berjalan dengan baik, karena diperkirakan akan dihadiri kurang lebih seribu orang. Terdapat beberapa masukan yang harus segera kita carikan dalam diskusi ini. Dalam pelaksanaannya harus memenuhi standar sesuai dengan Standar Layanan Acara (SLA) tingkat internasional,” katanya.
Terdapat beberapa poin yang menurut Kementerian PPN/Bappenas RI yang harus menjadi fokus peningkatan demi memenuhi standar, seperti jadwal penerbangan langsung dari berbagai negara Anggota G20 ke Bandara Tanjung Pandan Belitung, pelayanan medis di rumah sakit, kesiapan layanan hotel saat acara maupun tempat istirahat peserta, keamanan, hingga titik-titik wisata yang akan dikunjungi. Kesemuanya harus terselesaikan paling lambat satu bulan sebelum puncak acara.
“Seperti untuk transportasi mungkin bisa menggunakan mobil listrik sebagai alternatif, sesuai dengan kampanye atau isu green economy yang digaungkan. Ini tantangan bagi kita karena harus mendatangkan fasilitas dari luar Belitong,” katanya.
Sementara’itu, Gubernur Babel Erzaldi Rosman menyatakan kesiapannya. Untuk itu, ia berharap pihak kementerian dapat segera mengesahkan legalitas kepanitiaan.
“Kami berharap untuk segera dibentuk kepanitiaan, sehingga dapat segera ditentukan penugasan yang akan diemban sesuai kewenangannya, seperti penentuan daerah pengamanan ring 1,2,3. Ini harus sangat jelas. Kita akan terus bergerak. Insyaallah kami bisa bantu menyukseskan acara ini,” katanya.