PT Timah Tak Mau Menunggu Gangguan, Sistem Pengamanan Didorong Berbasis Risiko

    Pembinaan teknis itu antara lain diarahkan untuk mengubah paradigma dari sekadar menjaga menjadi mengelola risiko keamanan, menyamakan persepsi seluruh lini perusahaan serta mempersiapkan PT Timah menghadapi audit Sistem Manajemen Pengamanan yang mencakup komitmen dan kebijakan perusahaan.

    Selain itu, sistem tersebut diarahkan untuk mencegah gangguan sebelum berkembang menjadi persoalan hukum serta melindungi empat aset utama perusahaan, yakni people, aset, information, dan operation.

    Pengamanan juga tidak berdiri sendiri. Sinergi antara PT Timah, Polri, TNI, Bakamla, pemerintah daerah hingga masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan operasional perusahaan.

    Risiko Bukan Hanya Soal Aset

    Direktur Operasi PT Timah Handy Geniardi mengatakan perkembangan proses bisnis membuat sistem pengamanan perusahaan harus terus beradaptasi.

    Menurutnya, keamanan bukan hanya menjadi tugas satu unit tertentu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan koordinasi dan kesamaan pemahaman.

    “Pengamanan bukan hanya tanggung jawab satu unit atau satu unsur, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan komitmen, koordinasi, dan kesamaan pemahaman,” kata Handy.

    Ia menegaskan SMP tidak boleh hanya berorientasi pada respons setelah gangguan terjadi. Sistem tersebut harus mampu mencegah, meningkatkan kesiapsiagaan, merespons secara tepat dan melakukan evaluasi secara berkelanjutan.

    Melalui pembinaan tersebut, PT Timah berharap penerapan sistem pengamanan dapat berjalan konsisten di seluruh wilayah kerja, mulai dari Area Bangka, Belitung hingga Kundur.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook