PT Timah Ajari Difabel Bangka Barat Membatik hingga Berwirausaha

    Dalam proses pembelajaran, siswa tidak hanya diajarkan teknik produksi, tetapi juga mulai dikenalkan pada pemasaran. Produk yang dihasilkan telah dipasarkan dengan dukungan sejumlah pihak, seperti dinas terkait, termasuk Dinas Perdagangan dan Dinas Pariwisata, serta Kodim Bangka Barat.

    Selain program membatik, program entrepreneur juga dikembangkan melalui unit UMKM sekolah. PT Timah juga mendukung para penyandang disabilitas untuk mengembangkan usaha minuman seperti jus buah dan lainnya dengan mendukung peralatannya.

    Arif mengatakan, Program yang dijalankan bersama PT Timah ini diharapkan dapat menjadi cikal bakal unit produksi berkelanjutan, sehingga lulusan SLB tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga mampu menghasilkan pendapatan secara mandiri.

    “Kami berharap ke depan siswa yang lulus bisa memproduksi sendiri di rumah, lalu hasilnya bisa disalurkan melalui sekolah. Tujuan akhirnya adalah kemandirian, baik dalam mengurus diri sendiri maupun secara ekonomi,” jelasnya.

    Meski demikian, proses pembelajaran tidak lepas dari tantangan. Tidak semua siswa dapat langsung terlibat dalam produksi karena membutuhkan waktu untuk mengasah keterampilan.

    Pages: 1 2 3 4
      Ikuti kami di Facebook