
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Satgas yang turun di Sarang Ikan, Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah beberapa waktu lalu bukan Satgas Trisula melainkan Trisakti.
Hal itu diungkapkan warga Lubuk Besar, Fan. Ia mengatakan jika semua cerita yang diberikan oleh para penambang tidak benar.
“Cerita di berita itu tidak benar alurnya, itu fitnah. Saya tau karena saya juga ikut di dalam kisruh tersebut dan mereka menyebut itu Trisakti bukan Trisula. Malah ada (panambang) yang nyebut PKH. Bahkan tim ini sudah sosialisasi 4 hari sebelum hari kisruh, tapi penambangnya memang ngeyel, ” tegasnya, Rabu (7/1/2026).
Ia menjelaskan, Satgas Trisakti kesana dikarenakan banyaknya penambang ilegal yang memang meresahkan. Bahkan, ada aktivitas sabu serta sex bebas yang terjadi di Sarang Ikan.
“Sarang Ikan memang sudah menjadi tempat sarang sabu dan juga sex bebas. Ditambah ada 80 ponton yang bekerja di hutan lindung, padahal sudah ditertibkan. Bahkan sebelum kisruh sudah diberitahukan 4 hari sebelumnya setiap hari. Tapi mereka ngeyel. Diberi waktu 7 hari minta 10 hari. Dikasih 10 hari malah gak mau dengar, jadinya kurang ajar, ” jelasnya.
Ia melanjutkan, satgas awalnya sudah datang dengan sopan dan mengumpulkan para penambang untuk diberikan himbauan dan sosialisasi terkait kawasan hutan lindung yang tak boleh di tambang.
“Jadi awalnya Satgas Trisakti ini datang dan sudah memanggil para penambang dengan sopan untuk sosialisasi. Namun penambang ini budeg semua dan pura-pura tak mendengar serta tak menghargai. Kenapa saya tau, karena saya ada disitu, ” tegasnya.
Ia mengungkapkan, setelah pemanggilan dengan baik, pihak satgas lumayan kesal karena merasa tak dihargai. Padahal, pihaknya ingin memberikan arahan dan sosialisasi dan memberikan waktu untuk para penambang tidak lagi beroperasi tanpa ada pembongkaran paksa atau penindakan hukum.
“Penambang ini merasa hebat saja. Ditanya ponton siapa gak mau ngaku. Dan akhirnya Satgas Trisakti langsung memanggil dengan nada agak tinggi karena merasa tidak dihargai, ” ujarnya.
Karena hal tersebut akhirnya penambang ilegal malah mengepung tim satgas Trisakti di lapangan. Merasa terdesak, beberapa tim akhirnya meminta bantuan ke Polsek untuk membantu menenangkan warga.
“Tim Satgas memang ada yang gak sengaja masuk parit mobilnya. Namun mereka tidak lari sedikitpun. Malah akhirnya warga mendesak agar mereka bisa menambang legal. Hanya saja siapa yang bisa melegalkan itu di kawasan hutan lindung kata tim satgas. Jadi akhirnya mereka diskusi disana. Dan alhamdulillah akhirnya semua mereda. Itu cerita sebenarnya, ” ungkapnya.
Fan juga menyebutkan, Sarang Ikan memang sudah jadi tempat sabu dan sex bebas beredar tanpa diketahui siapapun dan meresahkan para istri dan orangtua karena takut anaknya terjerumus kesana.
“Kami warga emang resah karena disana ada transaksi sabu dan sex bebas yang tak tercium. Makannya kemarin saya juga bantu tim satgas. Makanya saya tau ceritanya. Mau ngasih arahan dan sosialisasi serta tertib tambang. Karena kemaren tambang ilegal sudah tidak lagi beroperasi disana, ” tandasnya.