
Namun demikian, sambung Rusydi, belakangan ini juga muncul pondok pesantren perpaduan antara Salaf dengan Khalaf.
“Jadi walaupun mengajarkan kitab kuning tapi para kyai sudah menggunakan power point dan menggunakan proyektor sebagai media pembelajarannya, dan santripun bisa mengakses itu semua semua dengan mudah,” ujar Rusydi Sulaiman yang juga alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dan juga Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo Jawa Timur.
Bahkan menurutnya, tidak sedikit pondok pesantren yang di dalamnya sudah dilengkapi sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang proses pembelajaran santri.
“Pondok pesantren sekarang sudah banyak yang dilengkapi dengan ruangan laboratorium ataupun komputer. Bahkan pondok pesantren juga sudah ada yang memiliki minimarket, toserba dan sistem pembayarannya pun tidak manual lagi, tapi sudah menggunakan kartu kredit atau debit,” terangnya.