
Untuk itu, Rusydi Sulaiman mengatakan pondok pesantren selain harus menjaga ortodoksinya, pondok pesantren juga dituntut untuk melakukan langkah-langkah dinamis di dalam sejarah peradaban Islam.
Lebih lanjut, ia juga menjelaskan jika pondok pesantren memiliki panca jiwa, nilai, tradisi dan prinsip-prinsip yang membuat pondok pesantren sangat konservatif punya pijakan dan idealisme yang kuat, sehingga ketika menyikapi perubahan zaman tidak mudah goyah.
“Berbeda dengan sekolah-sekolah formal ketika tidak ada nilai, tradisi, dan prinsip maka output dari alumni sekolah formal ini tidak sekuat prinsipnya dengan lulusan pondok pesantren,” tandasnya. (Int)