
Wagub berharap adanya kegiatan ini dapat mendorong para pelaku usaha di Babel agar dapat melakukan kegiatan ekspor, begitu juga dengan para eksportir untuk lebih meningkatkan produksi dalam rangka mendukung akselerasi ekspor.
“Harapan besar nantinya, produk pertanian kebanggaan masyarakat Babel seperti lada, sawit, minyak sawit, dan karet dapat diterima di pasar internasional, sehingga dapat menambah devisa negara dan meningkatkan lapangan kerja di Bangka Belitung,” ujar wagub.
Hal ini menurut wagub, perlu adanya kerjasama dan koordinasi antar instansi terkait seluruh Perangkat Daerah khususnya bidang pertanian, perkebunan dan perdagangan untuk mendorong akselerasi ekspor produk pertanian dari Bangka Belitung, yang sejalan dengan salah satu program strategis Kementerian Pertanian yaitu Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks).
Dan hari ini, Pemprov Babel melepas ekspor komoditas pertanian dengan Rp 123,5 milyar, terdiri dari Palm Olein sebanyak 6500 ton dengan nilai ekonomi Rp 116,7 milyar negara tujuan Myanmar, karet sebanyak 282,240 ton dengan nilai ekonomi Rp 7,1 milyar negara tujuan Korea Selatan, dan lada biji sebanyak 25 ton dengan nilai ekonomi Rp 2,3 M negara tujuan Thailand.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengingatkan bahwa percepatan akselerasi di bidang pertanian dan peternakan adalah kata kunci untuk mencapai nilai ekspor yang lebih besar tidak hanya di tingkat Asia Tenggara tapi juga di tingkat dunia.