Scroll untuk baca artikel
Bangka TengahPeristiwa

Pembangunan PLTT di Pulau Gelasa, Warga: Kelinci Percobaan

432
×

Pembangunan PLTT di Pulau Gelasa, Warga: Kelinci Percobaan

Sebarkan artikel ini
IMG 20230730 WA0005
Foto: Sosialisasi pembangunan PLTT di Desa Beriga, Bangka Tengah. (Erwin)

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Warga Desa Berita menganggap rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Thorium (PLTT) di Pulau Gelasa, Bangka Tengah hanya sebagai kelinci percobaan.

Salah satu warga, Mohammad menyatakan banyak kasus kebocoran gas di beberapa negara maju sehingga membuat warga takut jika terjadi di Bangka.

“Sekelas negara maju saja bisa bocor dan membuat mati daerah tersebut seperti Jepang, Spanyol dan negara maju lainnya. Jangan sampai kami Desa Beriga jadi daerah percobaan,” ucapnya kepada intrik.id, Minggu (30/7/2023).

Seandainya memang dibangun di Pulau Gelasa, ia mempertanyakan apakah warga desa akan dilibatkan dan apa dampak positif yang didapat dari PLTT bagi warga sekitar.

Muhammad juga meminta jaminan keamanan jika pembangunan tersebut terlaksana termasuk meminta akses masuk ke pulau Gelasa bagi nelayan.

“Nanti kami (nelayan) diusir ketika mau singgah di sana. Gelasa itu tempat singgah, cari ikan dan juga tempat bernaung saat cuaca ekstrim semua nelayan sekitaran Bangka ini,” ujarnya.

Warga lainnya menanyakan kenapa dalam pengoperasian PLTT nanti harus menggandeng perusahaan luar negeri.

“Katanya pengawas nuklir kita mampu untuk mengelola secara mandiri, kok pakai PT dari luar ya. Terus ini kenapa harus digandeng dengan BUMN, apakah supaya lancar bisa operasi disini,” ucapnya.

Ia bahkan mempertanyakan tentang bagaimana dampak lingkungan dan segala jenis bentuk perizinan nantinya untuk pembangunannya di Desa Beriga.

“Semua sekarang secara otomatis muncul izin, gimana jika nantinya itu juga sama terjadi dengan kita. Apakah kita (warga) yang akan kalah, ” tutupnya.

Ditempat yang sama, Gani Selaku Kades Beriga mengatakan, jika ingin membangun proyek apapun di desanya agar selalu memperhatikan warga dan juga infrastruktur desa tersebut.

“Mohon perhatikan dulu warga dan desa kami. Liat aja jalan, warga yang masih belum sejahtera dan jangan lakukan sesuatu jika bisa merusak lingkungan apalagi perairan laut karena warga kami hampir 90 persen adalah nelayan. Jadi tolong dengan sangat diperhatikan, ” ucapnya singkat.