
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Pelantun pantun atau pemantun asal Desa Kurau Timur, Mario merasa sudah tidak diperhatikan oleh pemerintah.
Pria 45 tahun itu mengaku pernah mendapatkan Rp 15 juta hanya dari pantun.
“Saya emang profesi dari dulu pantun. Bahkan saya pernah dibayar 15 juta waktu saya ngisi acara di Malaka Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI). Tapi ya ada juga yang cuma bayar pakai makan kuaci alias makuaci,” ucap Kario.
Ia mengatakan mulai mengenal pantun sejak usia 9 tahun dari orang-orang tua dulu.
“Itu (pantun-red) saya dapat dari orang tua-orang tua dulu upah mijit kaki, nyabut uban dan lainnya. Upahnya pantun,” ucap Kario.
Diketahui, Kario sendiri pernah memenangkan perlombaan pantun se-Asia Tenggara, bahkan pernah memecahkan rekor MURI dengan siaran berpantun selama 24 jam di Radio.
Ia mengatakan, pemantun di Bangka Belitung sekarang hanya berjumalah 30 orang saja yang tergabung dalam sebuah komunitas yang dibentuk pada tahun 2010.