

INTRIK.ID, BANGKA – Pemali dinobatkan sebagai Desa Cantik (Cinta Statistik) oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Bangka, Teddy Sudarsono memberikan langsung Piagam pencanangan ke Kepala Desa Pemali, Abdul Haziz di ruang pertemuan Parai Tenggiri kantor Bupati Bangka, Rabu (23/4/2025).
Desa Cantik merupakan salah satu program yang dilaksanakan BPS Kabupaten Bangka untuk meningkatkan literasi dan pemahaman statistik di tingkat desa, dan sebagai penguatan statistik sektoral terhadap Pemerintah Desa dalam mengolah dan memanfaatkan data statistk guna terwujudnya program satu data Indonesia.
Teddy mengatakan Desa Cinta Statistik adalah konsep desa yang mengutamakan penggunaan data dan statistik dalam perencanaan, pembangunan, dan pengambilan keputusan.
“Pada tahun kemarin kita meluncurkan program Cinta Statistik ini di Kelurahan Sungailiat, dan tahun 2025 ini Desa Pemali dinobatkan sebagai Pencanangan Desa Cinta Statistik. Mungkin untuk tahun berikutnya program Cinta Statistik ini akan beralih ke-kecamatan,” kata teddy.
Desa Cinta Statistik bermanfaat sebagai Pembangunan desa yang lebih efektif dan efisien, pengambilan keputusan yang lebih akurat, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.
Sementara itu kepala BPS Kabupaten Bangka Rizanal Mahmudin menuturkan, bahwa BPS pusat meminta setiap daerah untuk mengusulkan satu desa Cinta Statistik tiap tahun.
“Untuk tahun ini kita mengusulkan desa Pemali sebagai Desa Cinta Statistik. Dan setelah kita survei di awal, Desa Pemali ini cukup koperatif perangkat desanya sehingga kita laporkan program pusat ini melalui BPS provinsi dan hasilnya disetujui oleh BPS Pusat untuk pencanangan Desa Cantik tahun 2025,” tuturnya.
Rizanal menambahkan pengelolaan data untuk Desa Pemali ini sudah cukup bagus dan hanya perlu dibina saja.
“Kalau yang sudah bagus sekali hampir nggak signifikan peran BPS, jadi yang sudah bagus kita pertahankan dan ditingkatkan, untuk yang belum bagus kita bimibing dan diperbaiki supaya meraka dalam pengelolaan datanya ada kesadaran lebih cinta terhadap statistik,” ucap Rizanal.(adv)