
Anggi Kinanti
(mahasiswa Jurisan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Bangka Belitung)
Belanja pakaian lebaran kini semakin meningkat secara online. Terutama di media sosial semakin meningkat kehadiran aplikasi belanja online yaitu Shopee, Tiktok Shop, Lazada dan lainnya. Hal ini dikarenakan belanja online banyak memberikan harga menarik, potongan harga, diskon, belanja dari rumah dan berbagai perkembangan lainnya yang tidak ditemukan di pasar tradisional. Sehingga membuat kondisi belanja online setiap tahun memunculkan kekhawatiran terhadap keberadaan pasar tradisional yang mulai ditinggalkan pembeli. Hal ini menjadi pertanyaan apakah kondisi ini akan membuat pasar tradisional akan hilang atau hanya mengalami perubahan?
Keberadaan belanja online saat ini menjadi tantangan bagi pasar tradisional karena dampak yang dirasakan para pedagang kecil mengalami penurunan omzet yang bisa kehilangan sumber penghasilan mereka akibat belanja online memiliki kelebihan (Palopo, 2025). Namun demikian, pasar tradisional tidak akan hilang, tetapi mengalami perubahan. Karena sebagian pedagang mulai beradaptasi dari pasar tradisional beralih ke berjualan online. Contohnya BTC Kota Pangkalpinang banyak pedagang yang berjualan menggunakan aplikasi Shoppe dan TiktokShop dengan cara live streaming tapi mereka juga tetap berjualan di lapak fisik. Namun, tidak semua pedagang mampu mengikuti perkembangan teknologi sehingga kesenjangan pendapatan semakin terasa.