
“Jadi ya mengenang sejarah yang baik. Kan Kobatin pernah memberikan dampak yang baik selama 35 tahun untuk Koba. Walau 5 tahun belakangnya agak sedikit bermasalah,” ungkap pria yang saat ini menjabat Ketua Komisi I DPRD Bateng.
Pahlevi menegaskan, pembangunan tugu itu memang akan membuat beberapa masyarakat kecewa. Namun ia menegaskan masayarakat juga harus berlaku adil karena selama PT Kobatin beroperasi banyak juga yang berdampak baik.
“Saya ini adalah pegawai yang sampai saat ini pesangon tak pernah dibayar oleh Kobatin. Saya korban juga, namun saya fair dan proporsional untuk Kobatin. Saya hidup dulu dari Kobatin, 35 tahun diberikan kenikmatan. Masa gara-gara nila setitik rusak susu sebalanga. Kan gak adil dan gak proporsional,” tegas Pahlevi.
“Bebas orang mau berkomentar, namun kita harus ambil dari semua sudut pandang. Kan bangun itu menggunakan dana hibah dan sumbangan dari kawan-kawan yang merasa Kobatin sangat berjasa dihidup mereka,” lanjutnya.
Ia menuturkan, pembangunan Tugu PT. Kobatin menggambarkan kerinduan mantan pegawai Kobatin sendiri tentang makmurnya kota Koba dan Kobatin.