
Berdasarkan data yang dihimpun, akses sanitasi aman di Bangka Belitung baru mencapai 6,12%, jauh dari target nasional 15% pada 2024. Ini menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan dalam capaian program sanitasi dan pengelolaan air bersih. Padahal, program revitalisasi jaringan air bersih terus digalakkan, termasuk dengan rencana pengolahan air minum berbasis teknologi dan pembangunan infrastruktur berskala besar. Namun efektivitas dan efisiensi pengendalian manajemen keuangan masih menjadi tanda tanya besar. Apakah alokasi dana benar-benar memberikan dampak langsung kepada masyarakat?
Dalam perspektif akuntansi pertanggungjawaban, penting untuk mengukur kinerja anggaran publik tidak hanya dari sisi realisasi anggaran, tetapi juga dari capaian hasilnya. Ketika investasi besar dilakukan pada sektor air bersih, maka transparansi dan efisiensi penggunaan dana harus dapat dipertanggungjawabkan melalui laporan keuangan yang jujur dan sistem pengendalian manajemen yang ketat. Misalnya, dalam studi kasus yang dilakukan pada satuan kerja pengelolaan air minum di Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Babel, ditemukan bahwa efektivitas belum sepenuhnya tercapai akibat lemahnya sistem monitoring dan evaluasi anggaran.