
“Semua orang mungkin punya motor, tapi gak semua orang suka touring naik motor. Namun tujuan touring kami bukan sekedar jalan saja, tetapi kami juga mengenalkan tempat-tempat di Banvka Tengah dan Bangka Belitung untuk dipublish lebih besar karena kami punya tim video promosi. Makannya setiap kami touring ada video cinematicnya,” ungkapnya.
Sejak berdirinya KTC, pihaknya sudah ke beberapa daerah di pulau Bangka untuk melihat lokasi wisata maupun permasalahan yang dihadapi masyarakat sekitar.
“Kami sudah ke belinyu, ke bangka selatan, dan berbagai tempat wisata juga di Bangka Tengah. Kami juga akan menggelar bhakti sosial. Jadi touring sekaligus buat heboh,” lanjutnya.
Erwin pun menegaskan, jika dalam KTC semua motor bisa masuk tanpa ada kekhususan yang berarti untuk ikut dalam club touring motor ini.
“Hastagnya motor ape ge yo, jadi motor apapun boleh touring asal mau ikut touring saja. Kita juga dari berbagai kalangan masyarakat, jadi gak ada yang kita bedakan sama sekali. Semua sama di KTC,” tutup Erwin sekaligus pengagas ide KTC.
Sementara itu, Pembina KTC Yani Basaroni mengaku masuk KTC karena kebersamaan, kehangatan dan juga tidak ada pembedaan serta kepentingan apapun didalamnya.